Untuk
meningkatkan kapasitas dalam hal percepatan pembangunan infrastuktur dan upaya
peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Jombang, DPRD Kabupaten
Jombang kembali melakukan kunjungan kerja (11-13/12). Kali ini, daerah yang
dituju adalah Pemkab Kendal dan DPRD Kabupaten Demak Jawa Tengah.
Ketua
Komisi C Mas’ud Zuremi menjelaskan, satu hal yang bisa dicontoh dari Pemkab
Kendal adalah mengantisipasi proyek APBD dibidang infrastuktur jalan dan
gedung, dengan mengadakan lelang dini. “Artinya untuk program infrastruktur
tahun anggaran 2018 maka pelaksanaan lelang dilakukan akhir Desember 2017,”
ujar Mas’ud kemarin (12/12).
Lantas
adakah permasalahan hukum karena lelang dilakukan diakhir tahun anggaran 2017?
Dari hasil kunjungannya, Mas’ud menjelaskan tidak ada implikasi atau
permasalahan hukum. “Karena hanya pelelangan secara administrasi. Seandainya
gagal lelang maka tidak ada masalah. Yang terpenting pihak ketiga mendapatkan
sosialisasi secara masif sehingga jika disetujui anggaran terealisasi bulan
Maret – April dan langsung dikerjakan,” paparnya.
Dia
menjelaskan, memang pengadaan lelang proyek tidak seperti di Jombang yang
pencairan dana dimulai pada Agustus – September. Sehingga saat realisasi bulan
September sudah musim hujan. “Nanti jadinya, berdampak pekerjaan molor dan
bahkan tidak selesai. Maka semua dirugikan,” tandasnya.
Dia
berharap dengan hasil kunjungan itu ada terobosan yang bisa diterapkan di
Pemkab Jombang. “ Kadis PUPR Kabupaten Kendal Ir. Sugiyono menyampaikan Pemkab
Kendal dalam hal pembangunan infrastuktur jalan, juga melakukan lobi ke
Kementerian PUPR pusat, Bankeu Prop, DAK reguler, DBHCHT, CSR, serta menggeret
dana kementerian yang ada untuk bisa diprioritaskan ke Kabupaten Kendal,”
pungkasnya.
Terpisah,
ketua Komisi D M. Syarif Hidayatulloh menjelaskan kunjungannya ke DPRD Demak
terkait pengembangan pariwisata religi. “Kami ingin belajar sejauh mana
kontribusi pariwisata religi dalam menunjang PAD,” ujarnya.
Menurutnya,
selama ini pengelolaan wisata religi di Jombang belum bisa optimal lantaran
belum ada sumbangsih yang masuk PAD. “Karena hanya pemasukan parkir. Kita ingin
konsultasi hasilnya bisa diimplementasikan di Jombang,” pungkasnya.
sumber: JawaPos














