Komisi C DPRD Jombang melakukan kunjungan kerja ke Kota
Tangerang Selatan (Tangsel) pekan kemarin. Tujuannya untuk menggali
perkembangan pembangunan salah satu kota di Provinsi Banten itu. Setelah kota
tersebut berhasil melakukan pembangunan infrastuktur. “APBD tahun 2018 sebesar
3,8 triliun. Khusus untuk infrastuktur di Dinas PUPR sebesar Rp. 370 miliar.
Sedangkan Dinas Perkim sebesar Rp 330 miliar,”ujar ketua komisi C DPRD Jombang
Mas’ud Zuremi, kemarin.
Dari alokasi anggaran untuk dua dinas tersebut, lanjutnya, diploting
menjadi skala prioritas pada tupoksi masing-masing. Untuk Dinas PUPR skala
prioritas digunakan semua pembangunan jalan dengan konstruksi rigit beton. “Baik
jalan ditingkat kelurahan, poros kecamatan maupun jalan kota antar kabupaten
dan kota sekitarnya,”ujarnya.
Saat audiensi dengan DPRD kota Tangsel Mas’ud menanyakan
sinergitas antara DPRD dan eksekutif
untuk penentuan program tersebut. Menurutnya, sinergitas terkait
pembangunan sangat diperlukan karena biaya pembangunan rigit beton lebih mahal.
Ia lantas menceritakan, saat ketua DPRD Kota tangsel M. Romely menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel
jstru menerima usulan tersebut dari hasil reses anggota dewan. Walaupun dengan
biaya yang lebih mahal, akan tetapi kualitas dan tingkat ketahanan jalan lebih
lama. “ Kalau hanya aspal hotmix hanya akan bertahan paling lama 5
tahun. Berbeda dengan beton cor yang bertahan tiga sampai empat kali lipat,”jelasnya.
Sehingga, lanjut Mas’ud, anggaran tahun berikutnya yang
seharusnya untuk infrastuktur, bisa digunakan untuk yang lain. Hal ini
dibuktikan Badan Lab di Kota Tangsel maupun Kementerian PUPR. Dari kunker
inilah Komisi C DPRD Jombang ingin mencontoh sistem pembangunan yang ada di Kota
Tangsel.
“Hal ini perlu diterapkan untuk pembangunan di Kabupaten
Jombang. Intinya, APBD bisa untuk pembangunan bidang lain karena pembangunan
infrastuktur benar-benar kuat dan tahan lama,”pungkasnya. (yan/bin/an)
Sumber: Radar Jombang (JawaPos Grup)







0 komentar: