Ditetapkannya Bupati Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka oleh KPK, diyakini bakal berdampak pada roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Bahkan Joko Triono, Ketua DPRD Jombang mengatakan harus menunda paripurna yang rencananya akan diagendakan pada kamis (8/2) mendatang.
“Kalau mempengaruhi jelas, karena kami sudah mengagendakan Kamis (8/2), akan ada paripurna.”ujar Joko Triono saat dikonfirmasi kemarin.
Pria yang akrab dipanggil JT ini menjelaskan dalam paripurna nanti harus dihadiri bupati Nyono Suharli Wihandoko dan wakil bupati Munjidah Wahab. Soal rencana penundaan ini pihaknya akan menyampaikan ke sekretariat DPRD. “Yang satu terkena kasus, yang satunya lagi bu wabup sudah lama tidak hadir,”sindirnya.
Untuk itu, menurut JT, paripurna nantinya akan dilakukan menunggu pelaksana tugas (Plt) bupati yang akan ditunjuk oleh GubernurJatim. Diakuinya, ini sebenarnya juga bukan menjadi masalah yang besar, karena Plt bisa menjalankan seperti tupoksinya. Hanya saja, mereka tidak bisa membuat kebijakan-kebijakan dan melakukan mutasi.
“Karena biar pas sehingga menunggu Plt sekalian, karena tanggal 12 Feruari nanti ada penetapan pasangan cabup dan cawabup oleh KPU, yang saat itu juga bupati dan wabup cuti karena maju pilbub,”imbuhnya.
Dirinya juga berharap, jajaran eksekutif tetap melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat, sesuai dengan tupoksi masing-masing. Jangan sampai adanya masalah ini membuat pelayanan kepada masyarakat terbengkalai. Khususnya, kepada dinas yang terkait dengan kasus tersebut. “Biarkan kepala dinasnya saja, yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,”bebernya.
Pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi kepada wakil bupati, sekda dan pihak terkait untuk menyikapi hal ini. Sehingga pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dengan maksimal. Dirinya juga mengimbau kepada dinas kesehatan dan seluruh puskesmas untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, jangan sampai terpengaruh dengan kasus tersebut.
“Karena kasus itu sudah ada yang nangani (KPK,Red), sehingga saatnya untuk merapatkan barisan untuk melayani masyarakat.”pungkas politisi PDI Perjuangan ini (yan/nk/an)
Sumber: Radar Jombang (JawaPos Grup)


0 komentar: